Sabtu, 07 Februari 2015

Dipakai Trek-trekan, Jembatan Padangan-Kasiman Ditutup

Leave a Comment

Dipakai Trek-trekan, Jembatan Padangan-Kasiman Ditutup Meski sebenarnya sudah bisa dilewati kendaraan baik roda empat maupun sepeda motor, namun jembatan penghubung antar kecamatan, yakni Padangan - Kasiman untuk sementara ditutup. Sebab, menurut warga sekitar jembatan sepanjang 200 meter dan lebar tujuh meter tersebut hampir setiap waktu dipakai oleh anak-anak muda trek-trekan sehingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan.
"Selain itu, suara bising knalpot brong juga sangat mengganggu kenyamanan warga sehingga terpaksa ditutup sementara," ujar warga Dusun Kalangan, Desa Padangan, Bojonegoro, Tomo.

Jembatan ini merupakan salah satu mega proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 senilai Rp31 miliar. Sebagai pemenang lelang tender, pengerjaannya dilakukan oleh PT Hutama Karya (HK). Akan tetapi, saat aktivitas berjalan proyek tersebut molor dari target awal yakni pada akhir Desember 2014 lalu.

Namun demikian, progres proyek itu hampir mendekati akhir penyelesaian dan kini sudah mulai dimanfaatkan oleh pengendara roda dua. "Tapi, sayangnya malah dipakai kebut-kebutan oleh anak baru gede (ABG) terutama kalau malam hari," ujar Tomo.

Sementara itu, menurut salah satu pekerja lapangan PT HK, Nursalim, seiring adanya laporan serta keluhan dari masyarakat sekitar maka untuk sementara waktu kedua titik (Padangan-Kasiman, red) pintu masuk jembatan ditutup dan hanya diberlakukan bagi pejalan kaki. Karena, apabila ada kecelakaan di jembatan mesti perusahaan penggarap akan disalahkan oleh berbagai pihak.

"Kecuali kalau sudah diresmikan dan diserahterimakan kepada Pemkab Bojonegoro, itu sudah menjadi tanggungjawab individu," paparnya. [oni/lis]

0 komentar:

Posting Komentar

.